Sejarah Perkembangan Bumi

Pengertian Bumi

Bumi merupakan planet pada susunan ketiga dari matahari. Kondisi dan keadaan bumi terus berkembang seiring bertambahnya umur bumi. Mulai dari proses terbentuknya bentuk bumi, munculnya kehidupan di atas permukaan bumi, sampai perkembangan keadaan bumi saat ini.
Sejarah perkembangan bumi dibagi menjadi empat zaman, yaitu:

Zaman Arkaekum 

Zaman arkaekum berlangsung kira-kira 2500 juta tahun lalu. Pada zaman ini di bumi belum ada kehidupan,
sebab pada zaman ini keadaan bumi masih belum stabil karena masih pada tahap proses pembentukan kulit bumi.


Zaman Paleozoikum atau Zaman Primer

Zaman paleozoikum terjadi kira-kira pada 340 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini kulit bumi masih belum terbentuk secara sempurna, namun pada zaman ini mulai muncul tanda-tanda kehidupan seperti mahluk mikroorganisme dan binatang-binatang kecil yang tidak bertulang belakang, jenis-jenis ikan, reptil, dan binatang ampibi.

Zaman Mesozoikum atau Zaman Sekunder

Zaman Mesozoikum diperkirakan berlangsung pada 140 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini kehidupan di permukaan bumi sudah berkembang dengan ditandai dengan banyaknya tumbuhan dan binatang-binatang besar seperti dinosaurus.

Zaman Neozoikum atau Zaman Kainozoikum

Zaman Neozoikum berlangsung kira-kira pada 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini terbagi menjadi zaman tersier dan zaman kuarter.

1. Zaman Tersier

Pada zaman ini reptil-reptil raksasa mulai musnah dan binatang-binatang mamalia terus berkembang di permukaan bumi.

2. Zaman Kuarter

Pada zaman ini mulai muncul tanda-tanda kehidupan manusia purba. Pada zaman kuarter ini terbagi dua era yaitu zaman Diluvium (zaman pleistosen atau zaman es) dan zaman Alluvium (zaman holosen). Pada zaman diluvium terjadi glasial yaitu era dimana permukaan air laut turun dan terjadi era interglasial yaitu era diaman permukaan air laut naik. Kedua era ini terjadi secara bergantian selama zaman diluvium. Pada zaman Kuarter ini mulai muncul manusia modern.

No comments:

Post a Comment